Chapter 24

1636 Words

Azka menggerakkan tangannya membubuhkan tanda tangan pada sebuah dokumen yang baru saja ia teliti. Setelahnya, pria itu meletakkan dokumen tersebut di sudut mejanya. Di mana beberapa dokumen lain yang telah ia bubuhi tanda tangan berada di sana. Selain itu, ada tumpukan dokumen lain yang juga berada di atas mejanya. Berisi tumpukan dokumen yang belum Azka baca. Dan rasanya, tumpukan dokumen tersebut tak pernah berkurang sedikit pun. Setiap harinya, selalu saja ada dokumen yang bertambah sementara jadwal temu pria itu cukup padat akhir-akhir ini. Di tengah kegiatan Azka meneliti dokumen, telepon di mejanya tiba-tiba berbunyi. Tanpa mengalihkan tatapan dari dokumen tersebut, pria itu mengulurkan tangan untuk menekan salah satu tombol pada telepon tersebut. “Ada apa?” tanya Azka. “Maaf m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD