#BAB 46

1204 Words

Yaman mendekati Pendeta Rehema yang sedari tadi sangat gelisah, matanya menatap tak karuan dan selalu tidak fokus saat diajak berbicara, Yaman yang cemas akan kondisinya, berusaha mendekat dan bertanya. "Apa ada yang mengganggu pikiranmu, Pendeta?" tanya Yaman dari hati ke hati. Sedari dulu Pendeta Rehema selalu tertutup, baik mengenai apapun. "Celaka, Yaman!!" bibir Pendeta Rehema tampak bergetar. "Jangan membuat gaduh, Pendeta!! Kalau ada apa-apa! Katakan saja!!" Yaman jadi khawatir memikirkan Raja-nya, Fir'aun generasi ke-18. "Akan ada kematian sekali lagi! Mereka akan berpisah lagi!! Sementara hidupku!! Hanya tinggal saat ini!! Bagaimana kalau mereka kenapa-kenapa, Yaman?! Apa yang akan kukatakan pada Yang Mulia Ahmose1?! Beliau pasti akan membenciku!" Pendeta Rehema yang biasanya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD