72. Takut

2936 Words

Map berwarna merah diberikan Tasya kepada Vincent. Sudah seharusnya Vincent juga tahu tentang hasil autopsi kedua orang tua mereka. Tangan Vincent sedikit gemetar saat menerima map tersebut. Dia masih tidak menyangka kalau dia tidak diberi kesempatan hidup di Indonesia bersama keluarga lengkapnya oleh Tuhan. Diterimalah map tersebut lalu dia lihat sekilas. "Dari dokter yang memeriksa, katanya ada kemungkinan besar kalau pelaku pembunuhan ini berbeda. Semua itu didukung oleh bedanya bentuk luka yang dihasilkan dari senjata." kata Tasya langsung memberi tahu Vincent tentang hal itu. Kepala Vincent mengangguk, dia paham apa maksud Tasya. Tidak menutup kemungkinan kalau mungkin saja pelakunya memang berbeda. Mereka masih ada di markas, tapi tidak seramai tadi. Banyak pengawal yang dibawa L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD