Setelah sarapan, sesuai dengan rencana tadi malam. Simon datang menjemput Liana dan mereka pun langsung menuju rumah sakit. Diperjalanan, Liana membuang pandangannya keluar jendela, memerhatikan kendaraan lainnya yang berlalu lalang. Jalanan cukup ramai, jadi mereka terjebak sedikit macet. "Di mana Alexander, Simon?" tanya Liana, teringat dengan Alexander yang tak ia ketahui keberadaannya sejak tadi malam. Simon menggeleng tidak tahu. "Saya belum menemukan keberadaannya, Nyonya. Sejak sore kemarin dia menghilang," jawab Simon dengan nada keheranan. Alis kanan Liana terangkat naik, kepalanya sibuk menerka-nerka ke mana hilangnya Alexander. Apakah lelaki itu bunuh diri karena sudah membunuh sang Tuan? Liana bergidik ngeri dan menggeleng, mengenyahkan pikiran buruknya. "Apakah ia ke mans

