"Cepat bersembunyi di balik batang pohon, pergi ke sisi sebelah sana!" seru Alexander pada Liana yang ikut mematung melihat kehadiran Dean yang begitu tiba-tiba. Meski pikirannya tiba-tiba blank, Liana tetap melangkah dengan hati-hati menuju sisi pohon yang aman. Sedangkan Alexander malah mendekat kembali ke arah jendela. "Tuan ..." Alexander menatap Dean dengan tatapan bersalah, ia merasa bersalah karena telah mengkhianati Dean. Tetapi di sisi lain Alexander merasa tindakan yang ia lakukan benar, menyelamatkan nyawa yang tidak bersalah. "Tuan, semua ini harus dihentikan. Anda sudah hidup dengan damai dan dengan harta yang berlimpah. Mengganggu kehidupan orang lain hanya akan semakin Tuan menderita," ujar Alexander dengan nada suara yang membujuk. Dean memandang Alexander dengan sinis

