bc

Tuan Dave, Mantan Istrimu Hamil!

book_age18+
208
FOLLOW
1K
READ
revenge
dark
love-triangle
contract marriage
one-night stand
family
love after marriage
fated
second chance
friends to lovers
playboy
arrogant
badboy
kickass heroine
drama
sweet
bxg
kicking
city
office/work place
like
intro-logo
Blurb

Slow Burn Love Story

18+

“Maaf, Mawa, aku terpaksa menceraikanmu karena kamu mandul.”

*

Kalimat itu membuat Mawa Anindita tak berkutik, menatap penuh iba ke arah sang suami. Dave Anderson menunduk sedih, keputusan yang sulit ini terpaksa ia ambil demi keluarganya sendiri. Mawa yang meminta sabar dan butuh waktu lebih ditolak mentah-mentah. Dirinya terlalu lama memberi janji dan harapan palsu kepada Mona, ibu kandung Dave. Hingga perceraian itu terjadi dan kini Dave menikah dengan Julia, teman masa kecilnya.

*

Tak tinggal diam, Mawa membalas dendam, menerima pinangan Ares Vandermont, saingan bebuyutan Dave. Hal itu membuat Dave cemburu dan tidak terima.

*

Apakah ia mulai menyesali pernikahannya dengan Julia? Apakah ia akan memohon agar Mawa Kembali padanya?

chap-preview
Free preview
Bab 1
“Kamu itu mandul, Mawa! Kamu tidak bisa memberiku keturunan, lantas apa? Aku lelah selalu dituntut ini itu oleh keluarga!” Gelas yang dipegang Mawa saat itu langsung terjatuh ke lantai. Serpihan kacanya melukai ujung kakinya hingga berdarah. Sakit yang terasa tak lagi dipedulikan, kepalanya sudah dipenuhi oleh ucapan lelaki di hadapannya saat ini. Dave Anderson, pria pebisnis dengan kekayaan luar biasa. Terpaksa menikahi Mawa Anindita karena desakan dari kakek neneknya. “Mas, aku sudah jelaskan kepada Mama dan Papa, bahwa kita butuh waktu. Pernikahan kita baru menginjak satu tahun dan sudah menuntut secepat itu? Aku tidak mandul, Mas! Memang belum diberi kepercayaan saja,” pungkas Mawa dengan mata berkaca-kaca. “Mawa, aku tidak peduli alasanmu saat ini. Yang aku pedulikan adalah keturunan untuk keluarga Anderson. Mau sampai kapan kita ditanya kapan punya anak? Kapan lahirnya penerus keluarga ini? Kamu yang bermasalah, Mawa, bukan aku,” tegas Dave yang sungguh sangat melukai hati sang istri. Mawa terdiam, Ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Sejak awal menikah mereka sampai detik ini, ia nyaris tidak pernah merasakan hangatnya rumah tangga. Semua yang dilakukan Dave hanya sebatas formalitas, tanda tangan di atas kertas. Dan saat ini, Mawa berpikir keras. Batinnya berperang antara tuntutan sang suami dengan keadaan diri sendiri. Tidak semua hal di dunia bisa dipaksakan, semua tergantung langit yang berkehendak atau menolak. Sambil mengusap air mata yang jatuh satu per satu, wanita berambut hitam lurus itu menatap sang suami nanar. “Baiklah, Mas. Kalau begitu cerai saja dan cari wanita lain yang bisa memberimu keturunan secepatnya. Jangan menuntut aku, Mas, karena aku baik-baik saja. Tidak ada masalah di tubuhku. Hanya waktu yang belum memberi kita kesempatan,” ucapnya lirih. “Aku tidak meminta cerai, Mawa. Tolong jangan salah paham dan langsung menyimpulkan sesuatu. Kita coba cara lain. Berapa pun biayanya, pasti aku sanggupi,” balas Dave mulai panik. Ia tak menyangka secepat itu Mawa meminta cerai. “Cara lain apa, Mas? Dengan tuduhan bahwa aku mandul saja itu sudah sangat jelas, bahwa kamu yang mendorongku pergi. Kamu yang memaksaku mengambil langkah ini. Aku tidak butuh promil-promil apa pun sekarang. Yang kamu butuhkan itu wanita baru, bukan aku,” pungkas Mawa berlinang air mata. “Dengarkan aku dulu! Kamu selalu saja begini, selalu berpikir berlebihan!” “Cukup, Mas.” Perhatian Dave yang kehabisan kata-kata itu teralihkan ke arah kaki Mawa yang berdarah. “Mawa, biar aku obati kakimu dulu sebelum infeksi,” ucap Dave panik. Namun, wanita itu malah mundur menjauh, seolah ia tidak sudi disentuh oleh pria di depannya sedikit pun. “Aku bisa mengobatinya sendiri, Mas. Jangankan luka di kakiku ini. Luka di hati karena ucapanmu barusan pun bisa aku sembuhkan sendiri.” Usai mengatakan itu, Mawa berbalik badan dan pergi. Ia mengusap air mata yang perlahan mengering di pipinya, membuat perasaan Dave campur aduk. Hatinya mendadak kelabu, patah berkeping-keping sesaat setelah sosok istrinya lenyap dari pandangan. Mawa? Apakah ia akan benar-benar mengambil keputusan itu? Dave menghela napas panjang, ia berencana menyusul kepergian Mawa. Namun, tangannya ditahan oleh sang ibu yang ternyata sejak tadi mendengar percakapan mereka. Mona Anderson, wanita blasteran Portugis-Indonesia yang terkenal tegas dan perfeksionis itu menatap Dave nyalang. Ia tersenyum tipis, seolah ia telah lama ingin melihat pertengkaran ini. “Dave, sudah-sudah. Kalau memang dia ingin bercerai, ya cerai saja. Sejak awal Mama tidak setuju kamu menikah dengannya. Hanya karena saran dari kakekmu itu, mau tidak mau Mama menurut,” ucap Mona lalu mengajak sang putra duduk bersamanya. Dave mengacak rambut frustrasi. “Ma, tapi kami baru setahun menikah. Benar kata Mawa, wajar jika dia belum hamil. Kata dokter juga benar. Bisa jadi karena aku sibuk dan banyak pikiran, kualitas spermaku jadi menurun dan sulit membuahinya. Mama dan Papa tolong bersabar dulu,” jelas Dave. “Dave, kami ini sudah tua. Semakin hari umur kami semakin terkikis waktu. Ajal juga bisa datang kapan pun. Mama tidak pernah menuntut apa-apa padamu sejak kecil, ‘kan? Meski kamu mewarisi kekayaan keluarga Anderson, tapi Mama tetap memberimu kebebasan. Untuk kali ini saja, Mama sangat ingin menggendong cucu, Dave ....” Lelaki tampan bertubuh tegap itu terdiam, ia menunduk, berusaha menghindari tatapan ibunya. Pikirannya terpecah seperti potongan gelas kaca tadi, yang mustahil disatukan kembali. “Ma, beri kami waktu.” “Tidak bisa, Dave. Tahun ini juga kami harus mendengar kabar kehamilan dari istrimu. Mama tidak peduli apakah kamu harus menikah lagi atau bagaimana. Masih banyak gadis-gadis yang subur dan bisa memberimu keturunan dalam waktu singkat,” potong Mona bersikeras. “Jadi? Mama sangat ingin kami bercerai dan aku menikah lagi?” “Iya,” jawab Mona mantap. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela. “Mama sudah bilang tadi, Mama memang kurang setuju kamu menikahi Mawa. Dia itu terlalu sederhana. Sehari-harinya hanya tahu pekerjaan rumah. Yatim piatu, tidak punya keluarga, tinggal di sini karena dikasihani kakekmu itu. Paling tidak kamu menikah dengan gadis yang setara. Berpendidikan, pintar, dan cantik,” sambungnya membuat Dave terpikirkan satu nama. “Kakek sangat menyukai Mawa karena penurut dan baik, Ma. Di zaman sekarang ini sangat langka gadis seperti itu.” “Tapi apa gunanya kalau mandul? Mau sampai kapan kalian berdua saja?” Dave tercekat, lidahnya kelu. Ia tidak bisa berpikir lagi. Sepertinya Mona sangat ingin menyingkirkan Mawa dari kehidupan anaknya. Mona berjalan cepat mendekati Dave lagi, lalu duduk di sebelah sang putra. “Kamu menikah saja dengan Julia, Dave. Mama sangat setuju jika kamu bersanding dengannya!” Dave menoleh cepat ke arah ibunya, bola matanya membelalak. Julia? Gadis yang sudah menghilang tanpa kabar selama setahun itu? “Tidak, Ma. Jangan Julia. Julia tidak ada kabar sampai detik ini. Mungkin dia juga sudah menikahi pria lain,” tolak Dave mentah-mentah. “Tidak mungkin, Dave. Mama sendiri yang mendengarnya berjanji, hatinya hanya untuk kamu. Mama yakin Julia tidak mungkin ingkar janji. Dia adalah wanita berprinsip dan berwibawa, tidak seperti istrimu itu.” “Iya, tapi dia ke mana, Ma? Kalau memang mencintaiku dengan tulus, mengapa hilang tanpa kabar dan tidak ada penjelasan? Keluarganya pun bungkam. Sudah, aku lelah. Aku tidak ingin membahas Julia lagi,” tegas Dave hendak beranjak pergi. Namun, baru beberapa langkah menjauhi Mona, tiba-tiba kakinya terhenti begitu mendengar suara seseorang yang sudah sangat lama tak pernah ia dengar. “Kalau selama ini alasanku hilang demi mengejar pendidikan, apakah kamu tetap menerimaku, Dave?” Dave menoleh, menatap gadis itu dari bawah ke atas. Dirinya terkesiap, antara terkejut dan tidak percaya. Ia berusaha menarik kesadarannya karena berpikir mungkin ia sedang berkhayal sekarang. “Nah, itu dia. Panjang umur.”

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook