Aura kembali melanjutkan makannya setelah memberi gelengan kepala pada Kaisar. "Aku sibuk, jika kamu ingin makan bersama nenek pergi saja." Bip.... Kaisar mematikan sepihak telfon itu lalu melanjutkan sarapannya yang terganggu karena Meisya. Tapi detik berikutnya, Aura menyeringai. Dia mempunyai rencana untuk memberi Meisya sambutan kecil kecilan. "Tanya saja dia makan dimana, kalau kamu nggak sibuk kamu akan kesana." Kaisar dan Reynald saling melirik, lalu melihat Aura dengan penuh tanda tanya. Sedangkan Aura terlihat santai menikmati makanannya kembali. "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Kaisar penasaran. "Membuat Meisya gila secara perlahan!" Nada bicara Aura lebih rendah dari pada sebelumnya. Sorot mata Aura penuh kebencian pada Meisya. Reynald yang melihat itu be

