Kaisar benar benar di buat bertekuk lutut oleh Aura. Pagi itu, Aura menggodanya karena mendengar Meisya sedang mencari Kaisar di kantornya. Kaisar tahu, itu hanya alasan Aura agar Kaisar tak pergi ke kantor. Tak masalah untuk Kaisar mengikuti permainan Aura saat ini. Sejak awal bertemu Aura, dia sudah tertarik. Tatapan matanya, semua yang ada pada Aura membuat Kaisar tak peduli lagi dengan yang lainnya. Kaisar mencium Aura lebih dari yang sebelumnya. Jejak di leher Aura belum hilang tapi Kaisar kembali menambahkannya. Aura meringis saat kulitnya terasa terbakar akibat ulah Kaisar. "Kai ....eungh......" Lenguhan dari Aura membuat tubuh Kaisar semakin panas. Tapi dia tak akan membobol milik Aura saat ini. Setelah beberapa menit berlalu, Kaisar melepas ciumannya pada Aura. Terlihat je

