Lista masih termenung menatap pantulan dirinya di hadapan cermin. Biasanya ia tidak akan memperdulikan penilaian orang akan dirinya, tapi kali ini kepercayaan diri itu hilang, entah kemana. Ia merasa malu, padahal belum ada orang lain yang melihatnya saat ini. Berulang kali ia mencoba berbagai pakaian, namun tetap tidak ada yang cocok menurutnya. Lalu ia harus memakai apa? Lista bingung, dan hanya bisa menggaruk kepalanya sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Awalnya, Lista tidak berniat sedikitpun untuk menghadiri undangan Risa, sebab Lista tau dirinya tidak pantas berada di acara tersebut. Lista tidak terlalu akrab dengan mantan teman sekolahnya itu, tapi Dariel tetap memaksa agar Lista datang. Sialnya, ia pun mengikuti ucapan Dariel yang membuatnya semakin kebingungan. S