Lista masih tidak percaya dengan sosok yang kini hadir di hadapannya. Seorang lelaki yang tengah menikmati nasi bungkus lengkap dengan lauk pauknya, tampak begitu lahap dan hanya dalam hitungan menit, nasi tersebut sudah habis tak tersisa. "Kenapa gak dimakan? Katanya suka makanan apa aja." Tanya Dariel dengan mulut penuh. "Gak suka?" Tanyanya lagi. "Suka. Cuman ngerasa aneh aja, kenapa jauh-jauh kesini? Jarak antara kantor kamu dan tempat kerjaku jauh loh, kamu bisa makan disana. Gak perlu kesini." Lista masih merasa tidak enak hati, karena Dariel datang ke tempat kerjanya, lengkap dengan membawa nasi untuk makan siang. "Katanya lo mau nabung. Kalau lo makan siang bareng gue, artinya lo gak perlu keluarin duit. Jadi, lo bisa nabung lebih banyak." "Tapi," "Udah gak usah tapi-ta