Part 102

1695 Words

Rasya ingin pergi ke acara tender, tapi Irwan tetap menahannya tetap tinggal di rumah. Rasya sendiri bingung kenapa pria itu tak kunjung keluar kota seperti sebelum-sebelumnya. Irwan lebih banyak tinggal di rumah. Satu minggu berlalu, hari-hari Rasya sepeti dalam kurungan. Wanita itu hanya pergi ke kantor yang ada di depan tempat tinggalnya. Tidak ada seminar, tender juga sudah berlalu. Yudha juga tak pernah mengirimkan email lagi padanya. "Kamu mau ke mana?" "Belanja." Sahut Rasya seraya menatap ke arah Irwan yang sudah menahan lengannya di ambang pintu rumahnya. "Aku akan mengantarmu." Ucapnya sambil mengambil kunci mobilnya. Hari sudah pukul sembilan malam. Irwan tidak ingin terjadi sesuatu padanya. "Nggak usah, aku bisa pergi sendiri. Mas Irwan istirahat saja." Sahutnya dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD