James menekuk wajahnya masam di depan wastafel di pagi hari , di belakangnya Agatha dengan setia memijat tengkuknya yang sudah dilumuri minyak angin yang meredakan rasa mual bila mencium aromanya. Setelah bangun dan sarapan tadi, James kembali menderita mual-mual yang membuat pria tersebut harus mengeluarkan kembali makanan yang telah ia makan saat sarapan. Bibirnya pun tampak pucat, dengan tubuh yang melemas dari sebelumnya. Padahal, sebelum sarapan James masih baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda jika pria tersebut mengalami sakit seperti saat dulu. Namun, Agatha mengira hal ini terjadi karena mereka yang semalam pergi keluar hotel untuk makan malam hingga larut malam. Walaupun tidak dan istilah medisnya, tetapi Agatha yakin jika James masuk angin. “Apa kau masih ingin memuntahkan s