Opa Anderson

2210 Words

Aku sedikit menjauh saat mengangkat telpon dari kak Hans, aku nggak ingin Wilson mendengar apa yang sedang kami bicarakan. Maksudku, kurang nyaman kalau aku bicara dengan lelaki lain di dekat Wilson. Dan aku tahu Wilson kurang suka saat melihat nama kak Hans terpampang jelas di ponselku, apa dia bakal menarik ponselku saat kamui sedang menelpon kayak di film-film? “Permisi sebentar, Wilson” ucapku, dia hanya mengangguk pelan. Walaupun jarak kami terpaut beberapa meter saja, tapi aku yakin suara tawaku di dengar jelas oleh Wilson. Wajahnya makin manyun ketika aku menyebut ‘kak’ terus menerus, astaga kenapa juga aku harus khawatir soal ini? “Brielle, siapa yang lagi telpon?” tanya Wilson, wajahnya sudah menunjukkan ketidaksukaannya pada orang yang tengah bicara denganku saat ini. Sudah a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD