Selamat Tinggal, Kota Cambridge

1100 Words

Alfred menunjuk satu sketsa milik Brielle, “Lalu, apa nama karya anda yang satu ini?” “Aku menamainya Rafleksi Cambride” Brielle kembali menunjukkan sketsa yang tak kalah indah dari sebelumnya hanya saja Alfred tetap pada pendiriannya, ia tertarik pada sketsa Refleksi Cambridge. Namun Alfred tak ingin membuat Brielle kecewa, ia mengangguk dan tersenyum manis. “Bagaimana menurut anda kota ini?” tanya Alfred. “Disini indah dan padat, aku suka” “Apa ada yang berbeda dengan London?” “Aku tinggal di lingkungan yang tenang jadi aku nggak terlalu sering keluar rumah, mungkin kalo malam sama ramainya seperti disini” “Benarkah?” Brielle menoleh pada pengawal barunya, “Kamu belum pernah ke London, ya?” tebak Brielle. Alfred tersenyum tipis, itu saja sudah menjawab semua tebakan Brielle, “Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD