Malam Itu | Bab 13

1013 Words

Lampu-lampu neon di sepanjang jalan berpendar ungu kebiruan saat malam itu turun sepenuhnya di kota. Klub paling terkenal di pusat kota penuh sesak, musik menghentak dari lantai satu sampai rooftop, dan aroma parfum bercampur alkohol menusuk hidung siapa pun yang lewat di ambang pintunya. Darren sebenarnya tidak berniat datang. Ia hanya ingin pulang lebih cepat, mandi air panas, lalu tidur. Tapi pesan singkat itu membuat langkahnya berbelok ke arah klub tanpa pikir panjang. "Aku tunggu kamu di dalam. Datanglah sendiri." Tidak ada nama. Hanya huruf A besar. Aurora, pikirnya. Aurora pasti sedang ingin bicara. Atau mungkin membutuhkan bahunya lagi. Seminggu terakhir gadis itu terlihat lebih sensitif dan sering menghindar. Darren merasa ini kesempatan yang harus ia ambil untuk memperbaiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD