bc

Detak Luka Pernikahan

book_age18+
185
FOLLOW
2.2K
READ
HE
fated
opposites attract
friends to lovers
arranged marriage
dominant
boss
heir/heiress
drama
bxg
office/work place
like
intro-logo
Blurb

Alih-alih meminang putri sah Arsyanendra yang sempurna, Ayash Alastair justru memutuskan menikahi anak haram dari keluarga Arsyanendra yang hampir tidak pernah muncul di depan publik.

Bukan hanya itu, pernikahan tersebut disahkan tanpa kehadiran sang pengantin wanita, semua berkas diurus oleh keluarga Arsyanendra hingga pernikahan itu sah di mata hukum dan agama.

Dan setelah resmi menyandang status sebagai suami dari Svwara Tatiana, Ayash justru membiarkan wanita itu tetap tinggal di London.

Membiarkan sang istri mengejar impian yang telah direncanakannya dengan sempurna sejak lulus SMA. Mengenyam pendidikan di sana, mengejar karir hingga mencapai tujuan akhirnya agar bisa mendapatkan status permanent residence dan memang tidak akan pernah kembali ke Indonesia.

Pun bagi Tatiana, dia tidak peduli dengan pernikahan itu, tepat saat dia mendapatkan status permanent residence-nya, dia bertekad untuk menuntut perceraian.

Dia yakin pria yang menjadi suaminya itu tidak menginginkan pernikahan ini juga, terbukti selama empat tahun pernikahan, pria asing itu tidak pernah mengusik hidupnya.

Namun, semua rencananya hancur dalam sekejap mata.

Karirnya yang selama ini gemilang tiba-tiba hancur berantakan, status permanent residence yang selama ini dia usahakan terjegal begitu saja, dan berakhir Tatiana ‘diseret’ pulang ke Indonesia hanya untuk mendapati dirinya terjebak menjadi istri dari seorang Ayash Alastair.

Lalu, apa sesungguhnya tujuan pria itu membiarkannya bebas selama empat tahun ini hanya untuk menyeretnya pulang tepat saat Tatiana akan mengakhiri pernikahan mereka?

Kenapa pria itu memilih menikahi Tatiana alih-alih Soraya, sang putri sah keluarga Arsyanendra?

Permainan apa yang sebenarnya sedang disiapkan Ayash Alastair, saat akhirnya pria itu memutuskan jika sudah waktunya sang istri pulang ke sangkar emasnya?

chap-preview
Free preview
Bab 1 | Malam Penghinaan
“Adrian ….” Kedatangan Tatiana membuat suasana kafe yang awalnya riuh itu mendadak hening, dan puluhan pasang mata di sana -dari teman-teman komunitas mahasiswa dan alumni Indonesia di London- langsung tertuju ke arahnya. Di depan sana, pria yang namanya dipanggil itu langsung menoleh, dengan posisi yang sedang berlutut di depan seorang wanita dengan kotak cincin yang disodorkan ke arah wanita itu. “Oh …. Halo Kak Tiana …. Kakak masih ingat aku, kan? Aku baru saja dilamar Kak Adrian!” ujar wanita bernama Clara itu dengan nada manjanya dan langsung mengalungkan tangannya ke lengan Adrian. Tatiana tidak menanggapi, ekspresinya begitu terkontrol alih-alih menuntut jawaban atas apa maksud kekasihnya itu melamar wanita lain. Pria itu bahkan mengundang banyak teman-teman mereka untuk menjadi saksi lamaran romantis tersebut, teman-teman yang sebagian dari mereka juga mengetahui jika Tatiana dan Adrian sudah menjalin hubungan sejak dua tahun terakhir. Justru Renata yang datang bersamanya yang tidak bisa menahan emosi. “Bisa-bisanya kamu melamar selingkuhan kamu dengan bangga seperti ini di saat kita semua tau kamu sedang menjalin hubungan dengan Tatiana! Pria murahan kamu, Adrian!” ujar Renata yang tidak tahan lagi untuk tidak menahan umpatannya. Jemarinya juga sudah terkepal kuat dan siap maju untuk melayangkan tinju. Namun Tatiana menahan lengan sahabatnya dengan tatapan penuh makna. Isyarat agar Renata tidak perlu mengotori tangannya. Berbagai bisik-bisik dari beberapa teman yang mereka kenal mulai terdengar, sebab Tatiana terlihat sangat tenang alih-alih menangis menuntut penjelasan atau mengamuk menjambak Clara. Wanita itu tidak mengalihkan tatapannya dari Adrian, seolah menunggu apa yang akan diucapkan pria itu atas penghianatannya. Namun, Adrian justru menyungging senyum tipis dan kini merangkulkan lengannya di bahu Clara. Pria itu tidak terlihat terkejut karena tertangkap basah apalagi merasa berdosa karena telah mengkhianati dan menyakiti hati kekasihnya. Detik itu, tawa Clara justru langsung menggema dengan begitu pongah alih-alih merasa malu. “Apa? Kak Tiana kekasih Kak Adrian?… Please wake up … Aku jelas kekasih Kak Adrian. Jangan-jangan Kak Tiana yang selingkuhan, ya? Apalagi dia kan memang mengaliri darah gundik dari ibunya. Pasti gen itu menurun karena mendarah daging.” Clara tertawa manja sambil menutup mulutnya dengan tatapan menghina setelah melontarkan kalimat itu. “Untung Kak Adrian cepat sadar dan segera melamarku alih-alih menikahi anak gundik seperti kamu,” ujar Clara semakin berani saat melihat Tatiana terlihat mematung mendengar semua fakta menjijikkan yang malam ini akhirnya terkuak. Pun saat tatapan Tatiana tertuju pada Adrian dengan begitu tajam, pria itu justru menyungging senyum setan penuh penghinaan. “Baguslah kamu datang ke sini malam ini, Tatiana … Mana mungkin aku menjadikan kamu kekasih? Baiklah, aku akui saat kita masih S2 aku sempat mendekati kamu, dan beberapa teman kita pun tau, namun setelah aku tau jika kamu ternyata anak haram Armand Arsyanendra yang sengaja dibuang ke London, bagaimana mungkin aku sudi merajut masa depan dengan wanita seperti kamu?!” Ucapan itu mengalun penuh hinaan dari lisan Adrian, diucapkan tanpa perasaan seolah mereka adalah musuh bebuyutan, padahal sebelumnya mereka saling berbagi tawa dan membahagiakan dengan cara yang mesra. Tatiana justru terlihat mendecih pelan dengan ekspresi muak seolah dia sedang menyaksikan drama murahan. Meski tidak dipungkiri hatinya terasa getir, seperti menelan pil pahit atas ucapan paling tajam yang mengoyak hatinya hingga menimbulkan denyut ngilu yang begitu menyiksa. Namun, Tatiana tidak sudi menunjukkan ekspresi terlukanya. “Kamu bahkan tidak pernah jujur tentang siapa diri kamu padaku. Tentu saja kamu malu, kan? Kamu ingin menghapus kenyataan itu, jika ibu kamu adalah gundik yang merusak rumah tangga orang!” "Kak Tiana harusnya sadar posisi dari awal," kali ini Clara kembali menimpali dengan nada yang semakin menghina, "Kak Adrian pantas mendapatkan wanita dari keluarga terhormat, bukan seseorang yang membawa aib sejak lahir." “Bisa hancur masa depanku menikahi anak haram seperti kamu. Dan anak-anakku akan lahir dari wanita haram juga! Itu adalah bencana paling menjijikkan dalam hidup,” Tatiana bahkan tidak berkedip mendengar segala hinaan itu, netranya menatap Adrian dan Clara dengan tatapan yang menghunus hingga membuat senyum di bibir Clara perlahan sirna sebab merasa meremang melihat tatapan wanita itu. Pun semua orang di sana yang mendengarkan ikut berdebar dan juga meringis ngeri mendengar hinaan membabi-buta yang sangat mengoyak harga diri itu. “Padahal mereka berdua yang berkhianat, namun playing victim dan justru menyerang Tatiana dengan cara murahan seperti itu.” “Memang kita bisa memilih dilahirkan dari rahim siapa? Yang salah jelas orang tuanya, siapa juga anak yang sudi dilahirkan dari hubungan terlarang?” “Tapi apa benar Tatiana anak haram Armand Arsyanendra? Selama ini kita tidak pernah benar-benar tau siapa orang tuanya, kan? Apakah itu alasannya dia sangat tertutup perihal keluarga?” “Kalian tau kan Arsyanendra Infrastructure Group? Itu perusahaan EPC yang cukup mentereng! Dan memang selama ini yang sering disorot media hanya anak perempuannya. Namanya Nanda Soraya, kan? Kurator seni yang sedang naik daun beberapa tahun terakhir ini?” “Wah! Apakah benar jika Tatiana memang anak haram Armand Arsyanendra yang sejak awal disembunyikan?” Desas-desus itu semakin santer di antara mereka, dengan tanpa perasaannya mereka membicarakan seseorang tepat di depan orang tersebut. Saat Tatiana menolehkan pandangannya dan memberikan tatapan nyalang pada teman-temannya yang bergosip itu, semua orang langsung membungkam mulutnya rapat-rapat dengan jantung yang berdebar melihat tatapan Tatiana yang penuh peringatan. Begitu Tatiana kembali memusatkan tatapannya pada Adrian dan Clara, semua orang yang melihatnya ikut menahan napas dengan pikiran yang sama. Menerka-nerka apa yang akan dilakukan Tatiana untuk membalas segala bentuk penghinaan dan pengkhianatan yang terjadi padanya. Mereka semua sudah menantikan adanya suara tamparan atau teriakan frustasi, namun hingga detik demi detik yang berlalu, Tatiana belum melakukan apa pun. Hanya terus memberikan tatapan nyalang seolah sedang mengincar mangsanya sebelum memberikan terkaman mematikan di waktu yang tepat. Dan ketenangan wanita itu membuat semua orang kembali menahan napas sambil meringis ngeri. Bagaimana bisa? Wanita yang baru saja dihina habis-habisan, dengan status yang paling menjijikkan sebagai anak haram, namun dia justru tidak terlihat menyedihkan sama sekali. Alih-alih menyedihkan, wanita itu terlihat tenang, namun tenang yang mengerikan. Untuk sepersekian detik, Tatiana memberikan tatapan jijik pada Adrian sebelum akhirnya kembali menunjukkan ekspresi tenangnya. "Aku tidak datang untuk meributkan hubungan kita yang memang sudah menjadi sampah, Adrian, " suara Tatiana mengalun dengan nada yang membuat bulu kuduk Clara meremang. Rahang Adrian pun langsung mengetat kuat, merasa egonya diinjak melihat respon Tatiana yang tidak mengemis cinta padanya. Seharusnya wanita itu menangis meraung-raung, berteriak keras dan meminta Adrian memilihnya! Dan kini Clara juga terlihat semakin was-was seolah Tatiana bisa menghunuskan belati melalui sikapnya yang begitu tenang. Apa yang sesungguhnya sedang direncanakan wanita itu setelah aibnya dikuliti di depan semua orang? "Aku hanya ingin mengucapkan selamat," lanjut Tatiana seraya menyunggingkan senyum tipis yang anggun. "Selamat atas lamaran kamu, Clara, dan selamat atas kehamilan kamu." Napas Clara tercekat seketika dengan tangan yang mencengkeram lengan Adrian kuat. Tatiana kembali menatap Adrian, menatap lurus ke dalam manik mata pria itu dengan pandangan menusuk yang tajam. “Sepuluh minggu, kan, usia kandungannya?" bisik Tatiana tenang, membuat semua orang yang menjadi penonton di sana seketika membekap mulut dengan keterkejutan luar biasa. Renata langsung menyungging senyum sinis mendengar balasan sang sahabat. “Aku harap, dari tanggal pernikahan kalian hingga hari kelahirannya, nama baik keluarga kalian tetap aman nantinya. Dan tidak akan ada gosip, kenapa dalam waktu singkat, tau-tau anak kalian sudah lahir,” ujar Tatiana dengan nada yang tetap tenang, namun sarkasmenya begitu menusuk dan membuat Clara pucat sebab ditikam tepat sasaran. Tatiana langsung menyungging senyum sinis sebelum akhirnya berbalik pergi meninggalkan Clara dan Adrian yang mematung atas ucapan Tatiana yang menghunus tepat ke dadaa. Renata langsung bertepuk tangan sambil tertawa keras saat Tatiana sudah pergi meninggalkan mereka. Ah, sahabatnya itu memang tidak suka keributan! Tidak asyik! “Aku dengar juga kalian akan langsung menikah bulan depan. Itulah kenapa kalian mengadakan lamaran dan mengundang teman-teman komunitas sekaligus untuk perpisahan karena kalian akan pulang for good ke Indonesia, kan?” Renata terlihat menatap jijik pada Adrian lalu mengalihkan tatapannya pada semua orang yang hadir malam ini. “Supaya teman-teman komunitas di sini bisa menjadi saksi, kita lihat di bulan berapa anak mereka lahir! Anak yang lahir di luar pernikahan dan akan menanggung aib seumur hidupnya! Ugh … Kasihan sekali anak itu!” Melihat Clara dan Adrian bahkan tidak bisa menyanggah dan melayangkan jika itu tuduhan tidak berdasar, beberapa orang mulai saling membisik lirih. “Enam bulan, Adrian! Tiga bulan lagi aku akan pulang ke Indonesia, dan aku pastikan aku akan mencari tau kapan anak kalian lahir! Nanti akan aku infokan ke grup alumni kita dan teman-teman komunitas yang datang malam ini! Supaya mereka memberikan selamat pada anak haram kamu!” Renata berteriak sebelum akhirnya keluar dari restoran untuk menyusul sosok yang selama ini banyak membantunya selama ini. Sosok yang selalu tenang dan tidak pernah bisa ditebak perasaannya karena Tatiana adalah orang yang sangat tidak ekspresif. Begitu berhasil keluar dari tempat yang membuatnya sesak, Tatiana memejamkan mata sambil menarik napasnya dalam-dalam. Dadaanya terasa begitu sesak, namun yang paling mencekiknya adalah saat aib kehidupannya dikuliti di depan semua orang oleh pria itu. Rahang wanita itu mengetat sambil melangkah cepat menjauh dari sana. “Apa ada manusia di dunia ini yang bisa memilih ingin dilahirkan dari orang tua yang mana?” bisiknya lirih dengan bibir yang tertawa sinis.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Keyra, Gadis Kecil Kesayangan Om Dirga

read
213.3K
bc

Tentang Cinta Kita

read
231.0K
bc

Pernikahan Rahasia sang CEO: Menyerah pada Cinta yang Menggila

read
1K
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Satu Atap Tanpa Cinta

read
28.8K
bc

Sentuh Aku, Daddy!

read
174.0K
bc

Demo Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

read
11.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook