SB | Disiksa Lagi

1302 Words

Millie POV Aku sampai di rumahku pukul tiga sore. Dapat ku lihat suasana rumah yang sangat sepi. Namun aku banyak melihat pot-pot bunga milik ibuku dulu berserakan dimana-mana. Aku berjalan masuk dengan tergesa untuk memastikan sesuatu. Di ujung tangga sana, aku bisa melihat ayahku terkapar dengan banyak darah yang mulai mengering. Aku spontan menjerit dan langsung berhambur mendekat ke tempat ayah. Aku menangis melihat ayahku yang babak belur seperti habis dipukuli. Aku berusaha membangunkan ayahku. Butuh beberapa menit membuat ayah terbangun. Aku bernapas lega ketika ayah mulai membuka matanya. Namun itu tak berlangsung lama karena secara tiba-tiba ayah langsung menamparku hingga membuatku tersungkur. PLAKK "Dasar anak tidak tahu diri. Karena kau aku jadi babak belur seperti ini.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD