Bab 44. Topeng Tanpa Cela

1268 Words

Matthias berteriak seraya berlari dengan cepat masuk ke dalam kamar. Ia semakin kaget saat melihat api besar yang membakar gorden kamar setinggi langit-langit. Yang membuatnya lebih kaget Zoya duduk tenang tepat di samping gorden dengan mata yang tertutup. Sementara itu api yang menyala berasal dari rokok yang dipegang wanita itu sendiri. “ZOYA!” Tanpa menunggu lama Matthias berlari mendekat, ia meraih Zoya ke dalam pelukan dan membawanya menjauh. “Rivan!” Pria itu juga berteriak memanggil salah satu pengawal di rumah seraya menggendong Zoya menuju kamar lainnya. Suara teriakan Matthias membuat semua orang yang ada di rumah kaget. Pasalnya mereka masih berkumpul di bawah untuk mendekor tempat acara ulang tahun. Sontak saja para anggota keluarga naik untuk melihat apa yang terjadi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD