Bab 19

1412 Words

Saat ini terjadi ketegangan di ruangan rapat. Dimana Sasi yang biasanya menjadi pembicaraan hangat karena dedikasinya dalam mengajar kali ini dia di hadapkan dengan banyak omongan tak enak. Sasi terus menunduk, dia meremas bajunya menahan semua perasaan malu dan marahnya. Luhan sudah duduk di tempatnya. Memindai semua dosen dan dekan yang hadir. Altares juga ada disana dengan aura yang berbeda. Jelas, semua dosen yang lain semakin segan dan takut dengan Altares. "Jadi, aku sudah mendengar apa yang terjadi dengan anda Bu Sasi." Sasi mengangkat wajahnya, terlihat jelas disana raut wajah kemarahan yang tak bisa di bendung lagi. Altares sempat melirik Luhan, karena dia jengkel. Ternyata Sasi masih keras dengan pendiriannya. Luhan tentu saja tahu Altares seperti apa. Di tambah Velove d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD