60 - Setelah Penahanan Bambang

1735 Words

Mama masih terpaku di tempatnya duduk. Bibirnya membisu, tubuhnya mematung. Hanya kedua matanya yang mengalirkan bulir-bulir air. Mama jelas terluka. Tapi, ada satu perasaan yang lebih mendominasi daripada kekecewaannya pada sang suami. Yaitu, perasaan bersalah. Mama mengira Bambang melakukan itu karena tuntutan kebutuhan keluarga. Biaya pengobatan, terapi, dan sekolah khusus untuk Angel, biaya les dan buku-buku untuk Nera, belum lagi biaya rumah tangga dan makan sehari-hari. Semua itu ditanggung oleh Bambang seorang diri. Mama menyentuh dadanya, ada nyeri di sana. Ia merasa gagal dan kalah. Tak mampu membantu meringankan suaminya dalam hal finansial, hingga sang suami nekat berbuat demikian. “Ma…” Nera menyentuh lengan mamanya. “Hah? Eh… maaf, Nak.” Mama segera mengusap air matanya. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD