70. Kesulitan yang Terlupakan

1156 Words

"Mama di rumah aja, tolong jaga Rayyan, ya!" Ranti mengangguk, membiarkan Naina kembali ke depan ruang IGD di mana Bella dan Ken juga masih menunggui di sana. Sudah setengah jam berlalu sejak Rion dilarikan ke rumah sakit setelah insiden tabrakan itu, belum ada dokter yang keluar untuk mengusir kekhawatiran mereka. Ketiganya menunggu tanpa niat untuk saling menenangkan. Tatapan dingin Ken melunak dan berganti kekhawatiran, Naina hanya menunduk sambil merapal doa beriring tangisan. Air matanya tak terbendung. Sementara itu, Bella yang tampak paling terbebani. Pertengkaran yang mencuat karena ulahnya itu menjadikan Rion sebagai korban. 'Aku selalu dihadapkan pada situasi seperti ini, Rion, saat kamu harus menghadapi kematian dan aku selalu berdoa untukmu. Aku bahkan menukar apa pun, berja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD