Jangan sampai dia tahu

1338 Words

Hanum memilih menunggu Marni di kafe sebelah kantor, untung Marni datang istirahat. Hanum menarik nafas lega saat melihat Marni datang bersama Keenan. Bocah itu langsung berhamburan kepelukan Hanum. Ia bergelayut manja dan merengek meminta kue yang ada di meja. " Maafkan saya, Num " ucap Marni dengan rasa bersalah. " Kali ini nggak apa apa mbak, lain kali jangan bawa Keenan ke kantor lagi " bisik Hanum. " Tadi saya lihat lihat wajah Keenan ada miripnya dengan bos kamu Num, sama sama ganteng " puji Marni. Saat iingin menjawab, ia melihat Bahran seperti tergesa memasuki kafe. Hanum meletakkan Keenan di meja dan buru buru bersembunyi di bawah meja. " Eh..mbak, ini botol susunya ketinggalan " ucap Bahran ngos ngosan sepertinya ia mengejar langkah Marni pergi ke kafe. " Eh..iya pak, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD