RAGU

1603 Words

Dua orang yang tengah mengumpulkan tenaga pasca berpeluh ria itu masih tergolek dengan manja di atas ranjang peraduan. Daniel memeluk dari belakang, memberikan kehangatan pada tubuh Vania yang berbalut selimut. Pasutri itu memejamkan mata, merasakan kesenangan dari sisa kenikmatan barusan. “Va, aku serius loh soal tadi. Kita sudah saatnya nambah momongan.” Bisik Daniel ke telinga Vania. Ia perlu mengulangi permintaan tadi lantaran Vania belum memberikan tanggapan. Vania melengos, niat hati ingin membuat suaminya lupa namun tetap saja pria itu menagihnya. “Aku belum siap, mas. Masih trauma sama lahiran.” Tolak Vania dengan alasan yang memang sebenarnya mengganjal di hatinya. Terngiang masa lalu yang harus melahirkan tanpa Daniel di sisinya. Ia tak mau kejadian kembali berulang, bila perlu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD