“Siapa yang datang sih sayang, kamu lama bener?” Deg! Usai bertanya seperti itu, tiba-tiba Keira merasa menyesal karena menampakkan dirinya. Andai ia tahu Vania yang datang, ia memilih bersembunyi saja. Terlambat! Kini mereka telah bersitatap, dan Keira tak punya pilihan selain menghadapinya langsung. “Oh, kamu... ada apa ke sini?” tanya Keira ketus, tangannya dilipat di depan d**a, menyembunyikan aset berharganya yang terawang karena daster tipis yang ia kenakan. Daniel menelan ludah, terjepit dalam situasi yang rumit ini bak menelan buah simalakama. Entah siapa yang harus ia prioritaskan saat ini, dua wanitanya sedang bersitegang dan bukan mustahil terjadi percekcokan jika tak segera dipisahkan. Vania mendengus kesal, arogansi wanita itu membuatnya muak. Terlebih saat melihat ia menye

