DILEMA

1676 Words

Tepat pukul sebelas malam, Daniel sampai ke rumahnya. Ketika ia menginjakkan kakinya di ruang tamu, pria itu terkejut melihat Vania duduk seorang diri di sana. Saat sorot mata mereka beradu, sekilas tampak Vania memerhatikannya dengan tajam. Daniel terkesiap, perasaannya tidak enak mendapat sambutan yang tak biasanya. "Malam mas." Sapa Vania dengan suara lembut, kontras dengan sorot mata tajam yang sempat dilihat Daniel. Wanita itu mulai berjalan menghampiri Daniel yang masih bergeming di sana. Senyuman Vania yang lembut serta wajah polosnya yang cantik mematahkan penilaian negatif Daniel beberapa detik lalu. Vania meraih tas kerja dari tangan Daniel lalu mencium tangan suaminya. "Malam sayang, kok belum tidur?" Tanya Daniel berusaha menetralkan rasa canggungnya. Canggung karena ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD