Desi mengompres kening Vania dengan handuk hangat, setelah putrinya tak sadarkan diri dan digendong Arman ke dalam kamar, barulah Desi menyadari bahwa Vania tengah demam. Sangat mengkhawatirkan memang, ibu yang hamil muda dan demam, padahal dalam kondisi berbadan dua tidak boleh sembarangan minum obat. “Apa sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit?” tanya Arman cemas. Pasca menampar putrinya, Arman dirundung rasa bersalah yang lebih menyiksa batinnya. Arman sadar caranya terlalu kasar dan ia gagal mengendalikan emosi saat mendengar putrinya telah berbuat kesalahan fatal dalam rumah tangganya. “Kita lihat sebentar lagi pa, kalau setengah jam lagi tidak bangun juga, kita bawa saja ke sana.” Jawab Desi yang lebih mengandalkan firasatnya bahwa Vania hanya perlu ditenangkan dan akan sadar denga

