Kinara terbangun dengan kepala yang terasa berantakan, tetapi hidungnya dimanjakan. Rasanya seperti dia baru saja melakukan perjalanan darat dengan medan yang terjal serta cara mengemudi yang buruk. Ludahnya terasa kental, sementara kepalanya berat, dan perutnya mual. Namun, bebauan yang tercium hidungnya begitu melegakan. Aromanya seperti campuran lavender, peppermint, jahe, dan kapulaga. Dengan sedirinya, aroma itu membuat pikiran dan perutnya sedikit tenang. Kinara membuka matanya, tetapi helai-helai rambut menghalangi pandangannya. Perlahan sembari memegangi kepalanya, Kinara mengangkat tubuhnya dan bangun. Matanya menyipit sebentar, membiasakan diri dengan cahaya matahari yang menerobos samar-samar melalui celah tirai dinding kaca dari arah balkon kamar. Setelah beberapa saat, Kinara

