BAB 22

1416 Words

Obrolan di warung seafood tadi malam masih mengganggu pikiran Kinara. Alih-alih mendapat kejelasan, ia justru semakin bingung dengan hubungan macam apa yang sebenarnya diinginkan Dewa. Kata-kata pria itu terus terngiang di kepalanya, membuatnya bertanya-tanya, apakah ini semacam Friends With Benefits? Open Relationship? Atau justru hubungan standar yang umum terjadi? Semakin dipikirkan, semakin tidak masuk akal. Pikiran itu terus berputar hingga terbawa dalam tidurnya. Ia bahkan sempat bermimpi Dewa berbicara dengan bahasa yang sama sekali tak bisa ia pahami. Akibatnya, saat esok pagi seseorang mengetuk pintu apartemennya, Kinara tidak siap. Pukul sembilan masih terlalu pagi untuknya di hari libur. Baginya, matahari baru benar-benar terbit pukul sepuluh atau sebelas. Namun, orang yang da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD