Bab 30

1013 Words

Malam itu terlihat lebih terang dari biasanya. Di temani bulan purnama di atas langit berbintang, Ballroom Hotel Grand Majestic disulap menjadi lautan kemewahan. Lampu kristal raksasa menggantung di plafon, memantulkan cahaya ke gelas-gelas sampanye, makanan mewah, dan perhiasan para tamu undangan. Ini adalah malam terpenting bagi Adiguna Group, tapi bagi Aksa, ini adalah medan perang untuk membuktikan siapa pemenangnya. Di dalam mobil sedan mewah yang meluncur membelah kemacetan, Dina berkali-kali membetulkan posisi duduknya. Gaun midnight blue itu terasa sangat pas, tapi sepatu hak tinggi dua belas sentimeter di kakinya terasa seperti alat penyiksaan dari zaman pertengahan. "Pak Suami ... saya merasa kayak jerapah yang baru belajar jalan. Yakin saya nggak bakal bikin malu?" tanya Dina

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD