Bab 27

1111 Words

"Manusia Marmer itu benar-benar gila! Bisa jadi nanti aku mati di sini," gerutu Dina sembari mondar-mandir di depan pintu lemari pakaian lima tingkat. Tiga hari terkurung di penthouse membuat Dina merasa seperti tahanan kota kelas kakap. Pria itu menambah jumlah pengawal di depan pintu sampai-sampai Dina merasa kalau dia bersin pun, laporannya akan sampai ke meja kerja Aksa dalam hitungan detik. ​Namun, yang paling mengganggu pikiran Dina bukan penjagaan ketat itu, melainkan percakapan yang tidak sengaja ia dengar kemarin malam. Saat itu, ia berniat ke dapur untuk mencari camilan, namun ia melihat Aksa berdiri di balkon ruang kerja dengan ponsel di telinga. Wajah pria itu terlihat sangat lelah di bawah lampu temaram. ​"Hancurkan semua suplai mereka ke pelabuhan. Saya tidak peduli seberap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD