98 - Pengorbanan yang Terbayar

2002 Words

“Kau bilang dia akan ke sini, kan?” tanya Arthur dengan suara yang lemah. “Harusnya sih gitu, Bos Bro. Apa perlu aku jemput ke tempat kerjanya?” balas Ridho. Namun, Arthur menggelengkan kepalanya. Toh jika benar Kanaya sudah ingat semuanya, ia pasti akan datang dengan sendirinya, kan? “Tapi, aku mau kau menjaga dia!” pinta Arthur. Seketika, wajah Ridho berubah menjadi pucat pasi, seolah ia baru saja mendengar sesuatu yang sangat mengerikan dari mulut sahabatnya itu. “Mak- maksud Bos Bro, Bos Bro ada firasat, gitu?” Arthur menggeleng. “Hanya untuk jaga-jaga. Aku tidak-“ “Bos Bro pasti sembuh. Kata dokter tad ikan kondisi Bos Bro sudah mulai stabil. Bos Bro jangan pesimis gitu, dong! Ya kali mau menyerah setelah apa yang Bos Bro harapkan sebentar lagi akan menjadi kenyataan? Jika benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD