90 - Melewati Batas Takdir

1392 Words

Larasati baru saja selesai mandi. Kini ia sedang mengoles salep ke luka di kakinya. Baru saja ia mulai, suara ketukan pintu berhasil menghentikannya. Gadis itu mendesis. Ia tahu siapa yang ada di balik pintunya saat ini. Dengan langkah terpogoh-pogoh, Larasati membuka pintu. Tatapan dua insan itu bertemu di udara. Beberapa detik berikutnya, si pria menatap ke bawah, ke arah luka di kaki Larasati. "Separah itu dan kamu tidak mau ke rumah sakit?" sindir si pria, Ridho. Ternyata ia sudah pulang dari bekerja. Bahkan sudah berganti dengan pakaian yang lebih santai. Larasati terdiam sejenak. Hingga Ridho mengangkat kakinya paksa. Membawanya ke pangkuan pria itu hingga membuat Larasati nyaris menjerit kaget sekaligus perih. Ridho mengambil alih salep Larasati. Lalu mengoleskannya pelan ke luk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD