92 - Secerca Harapan

1626 Words

“Jadi bagaimana? Aku besok sudah boleh kembali kuliah, kan?” tanya Larasati ketika dirinya tengah menikmati makan malam bersama Ridho. Ridho menghela napas panjang. Niat hati ia ingin melarang gadis itu untuk kuliah sementara waktu, hingga Ridho berhassil ‘mengamankannya’ dari bahaya. Tapi, Ridho teringat permintaan Arthur siang tadi. “Aku akan pertimbangkan, kalau kamu mau bekerjasama.” “Bekerjasama dalam hal apa?” “Cukup jawab beberapa pertanyaan yang akan ajukan!” “Baik. Akan aku coba. Yang penting, tepati janjimu untuk memberiku izin kuliah mulai besok!” pinta Larasati. “Hey, aku bilang kan baru mau mempertimbangkannya lagi,” balas Ridho. Larasati berdecak kesal. Tapi, semua cara layak ia coba, kan? Ia tidak mau ketinggalan terlalu banyak pelajaran, yang akan berdampak pada nilai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD