83 - Face to Face

2045 Words

ARTHUR`S POV   Terhitung sudah satu minggu aku berada di Auckland. Hampir setiap hari pula aku lembur agar pekerjaan di sini cepat selesai. Rasanya aku tidak sabar ingin pulang ke Indonesia dan bertemu kembali dengan Kanaya. Andai aku harus dinas luar seperti ini saat masih ada Lucy, pasti aku tidak akan merasa sekesepian ini. “Bos Bro mau langsung ke apartemen?” tanya Ridho, sesaat setelah kami menghadiri rapat terakhir selama kami di sini. “Hm. Sepertinya aku butuh istirahat,” jawabku. “Ya. Biar bagaimana pun juga lima hari ini Bos Bro nyaris tidak tidur, kan?” Aku terkekeh mendengarnya. Aku akui, selama di Auckland aku benar-benar seperti orang gila kerja. Tapi hasilnya tak mengecewakan. Aku bisa mengerjakan bahan rapat yang harusnya kukerjakan selama sepuluh hari, menjadi kurang d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD