95 - Bunga Tidur

1757 Words

“Kamu masih mencintiaku, kan?” Suara itu terdengar menggema di liang telinga Arthur. “Kamu masih mencintaiku dan akan terus seperti itu, kan?” Suara itu datang lagi. Dan ketika Arthur berusaha memaksakan matanya untuk terbuka, ia melihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukan di hadapannya. “Di mana aku?” bingung Arthur. Ia mencoba bangkit dan melihat ke sekelilingnya. Namun aneh, ia tidak dapat mengenali tempat ini. Atau jangan-jangan dia sudah diculik oleh orang yang mencelakainya itu? “Keluarlah! Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu membawaku ke sini?” teriak Arthur, berharap seseorang segera muncul ke hadapannya. “Ck. Aku bukan penculik, ya. Lagi pula, bukannya kamu yang mau datang bertemu denganku?” Suara itu lagi! Dan suara itu berasal dari … belakang. Arthur segera memutar tubuhny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD