Alvaro berjalan di koridor rumah mewahnya dengan tergesa-gesa menuju ke ruangan sang ayah. Setelah sampai di sana, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam nya. "Bisa sopan?" Semprot Erlangga usai kaget karena tingkah sang putra. Alvaro berdiri tepat di hadapan sang ayah dengan penuh amarah, dan Erlangga mulai menyadari ada gejolak emosi yang menguasai sang putra. "Apa aku berbuat salah?" Tanya Erlangga menebak dirinya sendiri yang membuat Alvaro parah saat ini. "Ayah tidak menangkap semua orang yang menyerang pesta pernikahan ku?" Tanya Alvaro dengan dingin, tatapan matanya sangat tegas dan ke dua tangannya merepal dengan kuat. "Aku sudah menangkapnya, hanya tinggal eksekusi." Jawab Erlangga dengan santai. Ia bahkan masih sempat meneguk segelas