Kevin berdiri usai ia berpamitan pada Dinda. Ia juga memberikan anggukan kecil pada ibu Yuna sebagai salam dan permintaan maaf. Ia lalu masuk ke kamar Yuna. Dilihatnya Yuna yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur dengan berbagai alat di tubuhnya. Kevin menahan napas, ia lalu menggeleng. "Maaf, Yun." Kevin mendekati Yuna. Ia duduk di kursi kecil yang ada di sebelah ranjang lalu menatap tangan kurus Yuna. Ia mengulurkan tangannya ke sana. Tangan itu begitu dingin dan terasa ringkih. Bagaimana Yuna menari hari ini? Yuna selalu terlihat luar biasa ketika tampil dan penyakit ganas menggerogoti tubuhnya. "Ayo bangun." Kevin hanya bisa membatin. Ia meremas tangan Yuna dengan lembut, ia berharap Yuna tahu ia datang. Ia ingin memanggil nama Yuna agar wanita itu tahu ia datang, tetapi ia