39

1073 Words

Siska menggelengkan kepalanya dengan cepat. Rudi tidak perlu tahu isi kepalanya saat ini. Rencananya pun jangan sampai terbongkar. "Tidak ada yang aku pikirkan," jawab Siska pelan lalu tersenyum sambil mengepulkan asap rokok dari mulutnya setelah menghisap rokok yang masih ada di tangannya. "Kamu jangan membohongiku, Siska. Aku tahu, kamu merokok jika sedang ada masalah. Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan, Siska?" tanya Rudi dengan lembut sambil menghampiri Siska yang duduk bersandar di sofa malas menatap pemandangan indah kota itu. Rambut panjang Siska sudah di urai di punggungnya. Rudi memainkan rambut itu dan menggulung-gulung rabut hitam itu dengan gemas. "Sudahlah, Jangan memikirkan aku. Pikirkan saja, bagaimana bisni berlianmu itu?" tanya Siska lembut sambil menoleh ke arah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD