Pagi ini, Banyu pergi jualan keliling. Meera sudah mengantar Tama ke sekolah. Setelah Tama masuk kelas, ia tinggalkan pulang. Karena orang tua murid dilarang menunggu di sekolah. Baru saja Meera memarkir motornya di garasi. Saat sebuah mobil memasuki halaman rumahnya. Meera merasa tidak mengenal mobil itu milik siapa. Bukan mobil besannya, bukan pula mobil menantu-menantunya. "Assalamualaikum," seorang wanita yang sangat ia kenal ke luar dari mobil. "Mami ....," gumam Meera lirih. "Meera," Tania mendekati Meera, diraih bahu Meera, ditempelkan pipinya ke pipi kiri, dan kanan Meera. "Ibu kok bisa ada di sini?" "Kebetulan, Papinya Maira ada pekerjaan di sini. Jadi aku putuskan untuk mampir ke sini. Kebetulan Pak supirnya orang sini. Dia tadi banyak cerita tentang kamu, dan keluargamu.

