EXTRA PART. 6

682 Words

"Maafkan saya, Bu. Saya tadi hanya asal bicara ....," ucap Meera terbata. "Enghh ... maksud saya waktu kecil saya suka main hula hup ...." Meera melanjutkan ucapannya. "Ooh, tentu saja begitu. Maaf ya, kadang aku bisa berhalusinasi, kalau cuma tubuh Meeraku yang mati, namun jiwanya masih hidup, namun entah dimana." Tania tersenyum pahit. "Terlalu berlebihan bukan? Itu hal yang mustahil ...." gumam Tania lirih. Dihapus air matanya. "Meera-nya Ibu, pasti sangat bahagia memiliki Mami seperti Ibu." "Dia sangat menyayangi aku, akupun begitu." Mereka berdua terdiam. Meera merasa cukup puas, bisa bertemu dengan Maminya. Bisa saling peluk, dan bicara banyak. "Mami, yang ini suka tidak? Ini warna kesukaan Mami" Banyu memperlihatkan gamis warna biru tua. Tepat saat Thoriq juga menanyakan hal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD