BAB 23

1343 Words

Hanna tersenyum, mengelus tangan Mandala yang mencengkeramnya. Sedikit terasa sakit, tapi menurutnya tidak masalah. Ia suka berdekatan dengan laki-laki tampan yang bersikap cuek padanya. Mengedip kesal, Mandala melepaskan cengkeramannya. la menoleh ke arah pintu dan mendapati Sekar yang mematung ke arah mereka. “Sial!” umpatnya marah. Menoleh ke arah Hanna. “Mau lo apa sebenarnya?” Hanna mengangkat bahu. “Nah, dari tadi harusnya tanya gitu, toh. Mauku apaa?” Menatap Mandala yang terlihat marah, ia tersenyum. Entah bagaimana, tapi ia suka melihat Mandala yang baginya sangat menawan. “Aku pingin jadi pacarmu.” Ujung mulut Mandala berkedut. Ia siap melontarkan caci maki dan sumpah serapah, tapi ditahan. Bukan sekali ini ia menghadapi gadis nekat seperti Hanna. Dulu, saat ia masih di puncak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD