Bab 66 Mereka bicara!

1004 Words

Kata pertama itu tidak datang dengan gemuruh. Ia hadir sederhana—nyaris terlewat. Pagi itu, Naya sedang mengikat rambut di depan cermin kamar. Lara duduk di lantai, memainkan boneka beruang yang sudah mulai pudar warnanya. Lino merangkak ke arah lemari, memukul-mukul pintu dengan tangan kecilnya. “Papa berangkat dulu ya,” suara Leo terdengar dari ambang pintu. Naya menoleh. “Hati-hati, Sayang.” Leo melangkah mendekat, mencium kening Naya, lalu jongkok di depan Lara. “Papa pergi kerja.” Lara menatap wajah ayahnya. Bibir kecilnya bergerak—ragu, seperti sedang menimbang bunyi. “Pa…” Leo membeku. “Pa,” Lara mengulang, lebih jelas. Naya menoleh cepat. “Leo, kamu dengar dia ngomongnya lancar?” Leo menatap Lara, lalu Naya, lalu kembali ke Lara. “Lara… bilang apa?” “Pa,” jawab Lara, polo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD