Bab 29. Yaya Jatuh Sakit

1233 Words

Dalam keheningan yang masih menguasai ruang tamu, maid mengantarkan pesanan yang diminta Pasha. Beberapa cake potong yang tampak mengunggah selera, serta ice chocolate, dan coffe latte sudah tersaji di meja soda. “Selamat menikmati Tuan, Nona,” ujar Maid tersebut dengan ramahnya. Pasha hanya mengangguk saja, sementara Yaya yang sejak tadi menunduk menegakkan kepalanya. “Mbak, tunggu.” Akhirnya Yaya membuka suara tapi hanya pada maid tersebut. “Ya, Non, ada yang bisa saya bantu?” tanya maid tersebut dengan memeluk nampan. “Boleh minta air putih hangat,” pinta Yaya dengan suaranya terdengar lesu. “Oh, bisa Non. Tunggu sebentar, saya ambilkan dulu.” Wanita itu bergegas kembali ke belakang. Selepas itu, Pasha mencondongkan tubuhnya agak ke depan dengan pandangan matanya sedikit kecewa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD