SL-50

1546 Words

Bunyi ketukkan pintu membuat sita melepaskan perhatiannya dari imac-nya. Tidak seperti biasanya, jujur saja pertemuannya dengan Arsya siang tadi saat sempat berpapasan di lobi hotel, Sita yang akan keluar untuk makan siang sementara Arsya masih dengan jaket chef terlihat tergesa-gesa keluar Lift dan menuju Restoran Hotel, dia hanya menatap sekilas dengan tatapan yang membuat Sita tahu, bahwa laki-laki itu jelas marah karena Sita yang belum menghubunginya. kini ditambah rapat hingga menjelang sore, membuat sita tidak bisa menemukan fokusnya. Pikirannya masih sepenuhnya tersita pada bagaimana Arsya menatapnya, pria itu tidak menegurnya lagi hanya basa basi seperti rekan kerja biasa. Memangnya apalagi? Seharusnya memang seperti itu bukan? Mereka sedang bekerja, seharusnya hatinya menjadi ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD