Bab 46.2

300 Words

Malam harinya di rumah Neriti dan Mario. "Kamu belum tidur, Mar?" tanya Neriti. "Nungguin temen tidur yang belum datang." Neriti mengernyit. Siapa yang dimaksud? Akan tetapi, Neriti mencoba untuk pura-pura mengabaikan rasa ingin tahunya itu. Wanita yang sudah mengenakan piyama itu segera mematikan lampu ruangan. Suasana yang tadinya terang sekarang menjadi remang-remang dari nyala lampu tidur di nakas. Di ranjang besar, Mario mengamati sang istri. Tiba-tiba kerinduan di hatinya memuncak. Ada debar yang lama tak dirasakannya. Neriti siap keluar kamar, saat Mario memanggilnya. Wanita itu menoleh dan mendekat. Ia tak berpikir macam-macam, selain merasakan sedikit keanehan sang suami. Biasanya bahkan Mario tak suka jika sang istri berada lama-lama di kamarnya. "Kenapa?" Merek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD