Nina terkejut mendengar jawaban dari Rafa, tidak menyangka pria itu akan berkata jujur. Tapi sebentar dulu, gadis itu melihat pria itu menyeringai tipis dengan tatapannya yang menajam padanya. “Jawaban itu'kan yang Mama ingin dengar dari mulutku!” lanjut Rafa berkata dengan suaranya yang masih meninggi. “Sudah aku katakan Mam, aku tidak level dengan seorang pembantu! Dan jangan memaksa aku mengakui hal yang tidak pernah aku lakukan padanya! Aku masuk ke dalam kamarnya hanya meminta dia untuk keluar dari kamar, tapi justru pembantu ini tidak mau juga keluar! Makanya aku masuk ke sana. Dan, sekarang malah pembantu ini pandai berpura-pura pada Mama, dan telah memfitnah aku yang bukan-bukan,” tegas Rafa dengan setia memandang gadis itu. Gadis yang sudah membuat kepala atas dan kepala bawahnya