73

1728 Words

Sepuluh menit jeda berlalu dengan cepat. Di dalam ruang meeting, atmosfer ketegangan yang sempat mengendur kini kembali merayap naik saat pintu es itu bergeser terbuka. Sosok Hadi kembali muncul di ambang pintu, membawa aura profesional yang tak terbantahkan. Pandangan mata Hadi langsung tertuju tepat ke arah ujung meja, mengunci sosok gadis gembul asal Surabaya yang sedang merapikan kertas drafnya. "Nona Lintang Ayu, silakan ikut saya terlebih dahulu untuk sesi diskusi personal," panggil Hadi dengan nada suara yang tertata rapi. Danen yang duduk di sebelah Lintang memberikan senyuman penyemangat, lesung pipinya menyembul tipis. "Semoga lancar, Mbak Lintang. Sing tenang," bisik pria Yogyakarta itu dengan logat halus yang menenangkan. "Nggih, Mas Danen. Maturnuwun," sahut Lintang pelan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD