Malam reuni yang dinantikan akhirnya tiba. Di dalam kamarnya, Lintang berdiri terpaku di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang tampak sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi kaos longgar atau hoodie nyaman yang biasa ia kenakan saat menulis draf novel yang sedang berjalan di platfom yang ia tekuni. Malam ini, ia mengenakan gaun hitam elegan yang tampak begitu pas dengan dirinya. Gaun tersebut memiliki potongan boat neck yang sopan namun anggun, dengan bagian pinggang yang pas membentuk siluet tubuhnya secara sempurna, lalu melebar cantik di bagian bawah—memberikan kesan klasik yang sangat berkelas. Sungguh seperyi bukan Lintang yang terkadang slengekan. Pintu kamar terbuka perlahan, dan Kalinda melangkah masuk dengan senyum lembut yang menghangatkan suasana. "Mbak...

