61

1501 Words

Minggu siang yang terik di Ibu Kota tidak mengurangi riuh rendahnya suasana di Terminal Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Di antara lautan manusia yang baru saja mendarat, Lintang Ayu melangkah anggun sembari menghela koper kabin miliknya. Mengenakan pakaian kasual namun tetap rapi, Lintang mengedarkan pandangan bulatnya ke arah barisan penjemput yang memadati pembatas besi. Tangannya bergerak meraba tas selempangnya, berniat mengambil ponsel. Sebelum terbang dari Surabaya tadi, sang Ibun memang berpesan bahwa ada kerabat yang akan menjemputnya di bandara. Namun, Ayah Bramasta sengaja merahasiakan identitas sang penjemput dengan alasan agar menjadi kejutan untuk putri sulungnya. "Siapa toh yang jemput Lintang? Kok Ayah ndak mau kasih nomor HP-nya," gumam Lintang lirih, matanya menyipit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD