42

1935 Words

Keesokan paginya, Lintang terbangun dengan kepala yang sudah jauh lebih ringan. Namun, ketenangan paginya langsung pecah begitu ia membuka pintu kamar. Sayup-sayup dari arah lantai bawah, suara riuh rendah khas ibu-ibu yang sedang bergosip dan berdebat memenuhi seisi rumah. Kenapa Lintang baru bangun? Bukannya malas ya, emang tadi pagi sehabis solat subuh. Lintang sengaja tidur lagi. Hehe... Lintang melangkah menuruni anak tangga dengan dahi berkerut dalam. Begitu kakinya menginjak lantai dapur, matanya membelalak. Suasana dapur rumah Aryadinata sudah seperti dapur umum hajatan. Di sana tidak hanya ada Ibun yang sudah ribet sejak subuh, tetapi juga ada Bude Bella yang sibuk memotong daging, serta Bu Denok—tetangga sebelah rumah mereka yang terkenal super heboh dan hobi ceplas-ceplos. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD